Gadis di Bangku Depan

Kereta Madiun Jaya pagi ini. Bangku 3D gerbong 1. Kau bisa menemukanku disana kawan dengan jaket oranye dan sendal gunung. Jangan heran kawan!

Kalau kau menyapaku kau pasti akan tahu kalau aku sedang termangu menatap gadis yang duduk di bangku depan. Jangan kau tegur aku karena aku tak akan menyisihkan waktu sedikit pun untuk menoleh mu. Bukan sedang sombong kawan. Sama sekali bukan.

Jangan sesekali kau sentuh aku, karena itu akan merusak lamunan ku dan aku memang sungguh sedang tidak ingin diganggu.

Tenang dan duduklah disitu. Tunggu aku menyisihkan waktu untuk mu.

Kau pasti tak akan menyangka apa yang bisa membuatku begitu. Kau tak mungkin mengira apa yang sedang membuat ku termangu.

Mari kawan ku sisihkan waktu untuk mu barang sebentar. Agar kau masih punya cukup waktu menyapa pramugari kereta yang hilir mudik mendorong troli berisi makanan yang mungkin tidak nikmat itu.

Aku beritahu padamu, aku sedang menatap mata gadis di bangku depan itu. Dia memiliki mata gadis yang pernah membuat ku mati kutu. Gadis yang pernah membuat ku jatuh cinta berulangkali. Gadis yang akhirnya membuatku patah hati dengan pergi bersama lelaki yang dipaksakan itu.

Tahu kawan? Kau pasti tidak akan menyangka. Aku masih ingin bertemu dengannya walau sejenak. Ingin bersalaman dengannya untuk terakhir kali mengucapkan selamat jalan. Meski ku tahu moment itu mungkin tak akan pernah datang padaku.

Nah, sudahlah kawan.

Mari duduk di sebelahku dan pandangi hamparan sawah yang terpampang di balik jendela itu.

Madiun-Solo 13 sept 2014

Dibagikan dari Google Keep


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s