FOSIL…

Malam semakin beranjak larut, azan isya sudah lewat daritadi, makan malam? ahh sudahlah lupakan saja. Teman-teman peserta KMD ini sudah semakin kasak-kusuk, ada yang sesekali melihat jam tangan, ada yang ngobrol dengan teman-teman di sebelah, ada  juga yang serius memperhatikan Kakak Pelatih menguraikan materi tentang Kepramukaan di golongan Pandega, jadwal malam ini kami memang mempelajari tentang kepramukaan di Pandega, usia paling dewasa sebelum anggota Pramuka masuk ke jenjang Pembina.  Oh iya, ini adalah malam pertama dari dua malam yang dijadwalkan bagi kami para peserta KMD untuk menginap di kampus UIKA.

KMD atau kursus mahir dasar adalah salah satu syarat wajib bagi para anggota Pramuka untuk bisa membina adik-adik peserta didik dari mulai Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega. KMD ini adalah dasarnya, setelah itu akan ada KML, KPD, dan KPL, di KML para Pembina Pramuka bebas untuk memilih spesialisasinya, apakah akan menjadi Pembina Siaga, Pembina Penggalang, Pembina Penegak atau Pembina Pandega. Aku sendiri lebih suka untuk menjadi Pembina Penggalang, alasannya? Penggalang kegiatannya banyak, ada Jambore dan Lomba Tingkat, ada kepuasan tersendiri rasanya jika melihat adik-adik yang kita latih dan kita bina mampu berprestasi hingga ke tingkat Nasional. Begitu.

 wpid-IMG-20140102-WA0009.jpg

Para Peserta KMD dan Pelatih

Peserta yang semakin berisik menimbulkan suara dengungan bak kawanan tawon yang semakin menenggelamkan suara kakak Pelatih yang hampir menyelesaikan materinya, aku sendiri sambil terkantuk-kantuk masih memperhatikan presentasi yang sedang disajikan.  Saat slide show menunjukkan frase “Terima Kasih” Kakak pelatih ini kemudian bertepuk tangan dan bernyanyi “apakah bisa… menjadi terbaik.. terus menerus tidak pernah salah…”, peserta yang tadinya mulai bosan kemudian spontan mengikuti alunan lagu dari Kakak Pelatih. Aku yang sedari tadi sudah mulai mengantuk pun segar kembali.

Saat lagu (yang hanya satu kalimat) itu selesai, Kakak Pelatih kemudian menerima laporan dari petugas piket bahwa kegiatan sudah selesai beliau bisa meninggalkan tempat untuk memberi kesempatan pada Pelatih selanjutnya. Begitulah prosedur yang sudah dijalankan sejak hari pertama kursus.

Kemudian masuklah sosok lelaki tua berusia di kisaran 70 tahun, masih terlihat sehat dengan seragam Pramuka lengkap. Kami semua sudah sangat antusias dengan kedatangan Pelatih yang satu ini, beliau unik, seru dan mampu menghipnotis dengan gayanya yang meledak-ledak.  Namanya Kak Suryaman, nama lengkapnya Suryaman. Dia memperkenalkan diri sebagai seorang pensiunan guru di MAN Bogor, aku kurang ingat beliau di MAN 1 atau MAN 2, cukup MAN saja yaaa.😀

Menurut beliau orang tuanya memberi nama Suryaman, jika diterjemahkan secara bebas bisa memiliki arti sebagai lelaki matahari  agar dia menjadi manusia yang selalu membawa kehangatan kepada orang-orang di sekitarnya.  Begitulah memang beliau, meski pendengarannya sudah berkurang karena konon katanya beliau pernah ditabrak oleh truk dan (ajaibnya) selamat namun beliau selalu tampil dengan senyum yang mengembang. Khas seorang kakek.

Kak Suryaman yang membawakan materi tentang sejarah Kepramukaan malam itu sukses menarik animo peserta kursus, Sebelum memulai materi beliau berkisah bahwa di Kwarcab Kota Bogor itu ada tiga orang Pembina Paling Senior yang kerap disebut Fosil Pramuka Kota Bogor.  Awalnya agak aneh mengapa mereka disebut fosil, tapi dengan dedikasi mereka yang hingga usia 70 tahun masih melatih maka wajarlah mereka disebut fosil, yaaa fosil hidup.

Kak Suryaman usianya 72 tahun, Kak Herjuno (yang tidak jadi datang di KMD kali ini) berusia sekitar 74 tahun, dan Ketua Pusdiklat Pramuka Kwarcab Kota Bogor yang aku lupa namanya itu sudah berusia 75 tahun.  Pramuka Sepanjang Hayat itulah semboyan mereka.  Sejak Pandu Indonesia yang berjumlah ratusan organisasi kemudian dilebur melalui Keppres 238 tahun 1961 tentang kepramukaan hingga lahirnya Gerakan Pramuka yang mewadahi kepanduan di Indonesia. Mereka para Fosil ini sudah aktif dan ikut mengalami pasang surut Gerakan Pramuka di Indonesia. Sungguh dedikasi yang sangat tinggi dari mereka.

Foto0164 - Copy

Kak Suryaman

Presentasi dari Kak Suryaman malam itu tentang sejarah Kepramukaan dan Kiasan Dasarnya cukup menarik, meskipun sesekali diselingi dengan lelucon dalam bahasa sunda yang sebagian kecil aku sendiri tidak paham, hhehhe. Tapi jelas mereka ini sebagai seorang Pembina Pramuka memiliki cinta terhadap Pramuka yang sangat tinggi, hingga usia selanjut itu masih sanggup berdiri dan melatih para peserta didik, cucu-cucu mereka.😀

“Kalian Luar Biasa”

SALAM PRAMUKA!!!

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s