Idola, Perlukah?

Awalnya dari tweet pagi tadi, tentang idola.  Sepagi tadi orang di timeline Twitterku sudah heboh dengan Ultahnya si itu, blusukan si ini, hebohnya pernikahan si itu, cara ngomongnya si ini, rusuhnya kehidupan artis itu, aku jadi berpikir, perlukah idola itu? jika hanya sekedar repot ngurusin  semua kegiatan sang idola? apa bedanya dengan ibu-ibu yang sudah menggosip di warung pagi-pagi?? mari kita bahas sedikit, ini hanya sekedar tulisan usil. Tersinggung? monggo, nyadar? syukur.

Tweet sumberBaiklah, mari kita mulai saja.

Coba cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia, sekarang tidak perlu membuka kamusnya yang tebal itu, kan sudah ada online, generasi maju kan? #ehhh.. Cek aja di Kamus Besar Bahasa Indonesia online, maka kita akan menemukan arti kata idola yaitu sebagai berikut :

I-do-la (n) : orang, gambar, patung, dsb yang menjadi pujaan,

Meng-i-do-la-kan (v) : menjadikan sesuatu sebagai ……

Belakangan ini semakin banyak kelakuan “bodoh” dari para penggemar baik artis, politisi, klub sepak bola, atlit dan apapun yang bisa dijadikan idola.  Mereka rela melakukan apapun, dari cara yang elegan, cara yang bodoh hingga cara yang sangat berlebihan, hanya demi menarik perhatian idolanya. Perlukah kita sebutkan beberapa “kebodohan” mereka itu? Aku udah amati beberapa diantaranya :

1. Membayar mahal bahkan dengan harga yang nyaris tidak masuk akal hanya untuk bertemu idolanya, pakai antri lagi. Istilahnya, lu yang punya uang, kok mau sih lu ngantri??

2. Membayar mahal hanya untuk bertemu, berphoto dan bersalaman dengan sang idola, kalau yang ini kalian pasti sudah pada tahu kemana tujuannya.  Ujung-ujungnya yang cowok pasti mimisan, hahaaha

3. Menempel poster sang idola di kamar tidurnya, sampai seluruh dindingnya tertutup gambar sang idola, biar apa? biar masuk mimpi gitu?? ngareeeppp.. haha.

4. Mengoleksi benda, replika, memorabilia dari sang idola, barang-barang yang dia sendiri belum tentu perlu, hanya dipajang tanpa arti, bangga?? entahlah.

5. Histeris, bahkan sampai pingsan, ketika secara sengaja ataupun tidak sengaja ketemu sang idola, terus lari-lari minta photo, nyubitin, lebay… yakin kalau sang idola suka digituin?? ck ck ck

6. Merusuh di fanbase, menuliskan kata-kata lebay untuk menarik perhatian si idola, ngemention di twitter, facebook atau instagramnya, kalau mengganggu yang ada kau di blok sama dia, kemudian nangis, terus benci, ha ha ha.

7. Tak sedikit barisan penggemar yang terlibat perselisihan dengan penggemar dari artis, klub sepakbola atau bahkan politisi lain.  Perselisihan di media sosial (membully, twitwar dll) hingga kontak fisik yang melukai dan merugikan mereka sendiri, bodoh?? itu namanya idiot..!  Apa gunanya mereka memaki, memukul, dan saling merusak sementara masing-masing idola mereka justru ramah tamah dan saling temenan, entah itu tulus atau enggak.

Masih banyak lagi, kalau mau nambahin silahkan aja.  (^_0)

Coba perhatikan, hanya ada sedikit orang yang melihat dengan jeli peluang usaha dari semakin banyaknya penggemar ataupun fanbase dari seorang artis, politisi, klub sepakbola, dll.  Mereka yang jeli ini kemudian membuat kaos, souvenir, baju, topi dan bahkan bekerja sama dengan Event Organizer untuk mendatangkan idola, dan para penggemar yang tidak melihat peluang itu hanya bisa menjadi konsumen, rugi dua kali to? Rugi waktu dan uang tentu saja.  Demi pemujaan terhadap sang idola.  KASIHAAANNN.

Sudahlah, mereka semua yang berlabel artis, politisi, klub sepakbola atau apapun idola anda hanyalah manusia biasa, atau terdiri dari sekumpulan manusia biasa.  Selayaknya manusia biasa mereka pasti punya berbagai kekurangan, yang biasa atau bahkan fatal.  Coba amati lebih jauh, dari sisi manapun, sebelum mengagumi seseorang.

Ada Aktivis Sedekah yang sudah terkenal akan kedermawanannya, dipercaya oleh banyak orang untuk menyalurkan sedekah mereka, justru tidak mau terlibat dalam acara sosial hanya karena acara sosial itu tidak diliput media massa, ada lho.

Ada artis yang tampak terpuji, berwibawa tanpa cacat, justru gemar memanfaatkan nama besarnya untuk “mencicipi” artis-artis pendatang baru, ada lho.

Ada pejabat terkenal, idola masyarakat, sering masuk headline surat kabar nasional karena terobosannya yang sangat anti mainstream ternyata adalah seorang koruptor, dan sangat tega menggelapkan bantuan untuk korban bencana alam, ada lho.

Ada pejabat daerah, sangat terkenal, sering datang dan mendengar aspirasi rakyatnya, tapi hanya sebatas itu, kinerjanya NOL BESAR, ada lho.

Jika kamu mengidolakan seseorang, bersikap bijaklah, dewasalah, pahami baik dan buruknya, agar tidak merugikan dirimu sendiri. Pikirkan lagi, tak usahlah mengidolakan seseorang yang bahkan tidak mengenalmu secara pribadi, cukup jadikan Rasulullah SAW sebagai idolamu, cukuplah kedua orang tua yang sudah merawatmu dengan baik sejak kecil hingga sekarang  menjadi idola mu yang paling utama.

Itu Sudah…!

Salam.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s