Bagai Ujian Kelulusan

Tulisan ini bolehlah disebut sebagai sekuel dari https://batansh21blog.wordpress.com/2013/05/19/curanmor-yang-gagal/ yang gue tulis bulan Mei yang lalu.

Ujian kelulusan, ujian akhir atau apapun namanya. Hingga benar-benar layak untuk lulus, maka ujian itu hingga berkali-kali pun harus tetap dilaksanakan.  Demikian mungkin yang sedang terjadi di sekitar kosan gue. Komplotan Curanmor ini sedang melaksanakan ujian kelulusannya, dalam dua minggu terakhir ada beberapa kali orang-orang mencurigakan keliling, bahkan masuk dengan melompat tembok kosan kami.

Pertama kali mereka pura-pura memancing ikan di sungai kecil seberang kosan, jumlahnya dua orang.  Hal yang tidak logis dilakukan oleh mereka, dalam kondisi hujan meskipun tidak lebat, malam hari, mereka memancing ikan hingga jam 12 malam.  TIdak ada aktivitas yang lebih dari itu, meskipun kami tahu mereka sedang mencari kesempatan untuk masuk dan mencuri motor di parkiran kosan.

Kedua kali mereka kembali memancing ikan, kali ini lingkungan sekitar kosan kami sudah semakin waspada, Mang Jajang yang rumahnya di depan kosan kami selalu memberi peringatan melalui sms tentang mereka.  Komplotan ini hampir saja melaksanakan niatnya, sempat dikejar oleh Mang Jajang dkk, tapi mereka keburu kabur ke ladang singkong, Tampaknya komplotan ini sudah sangat hapal kondisi sekitar kosan kami.

Ketiga kali mereka sempat masuk ke halaman kosan, satu orang! Babe, penjaga kosan, yang sedang siaga segera mengejar orang yang masuk itu, tak disangka ternyata di balik gerbang, ada satu orang lagi yang bertugas melempari Babe, tiga kali lemparan dan satu mengenai paha bagian atas kaki kanan si Babe ini.  Babe kontan saja berteriak, Maling, maling, maling!!! Beruntung, teriakannya didengar oleh Ridho dan Qithink di lantai dua, mereka kemudian turun mengejar maling-maling itu, namun gagal.

Keempat kali, mereka kembali dengan modus memancing di sungai depan kosan, kali ini jumlahnya lima orang, setelah ditungguin oleh Mang Jajang dkk, hingga jam 12, mereka menghilang begitu saja, tidak ada aksi yang mencurigakan.

Kelima kali, atau tadi malam, mereka kembali, memancing ikan lagi, di sungai depan kosan lagi, kali ini jumlahnya empat orang.  Kondisi hujan, sempat mati lampu dari jam lima sore.  Sekitar jam 9 lampu menyala kembali, hujan berhenti dan kemudian terang bulan.  Modus memancing ikan ini sudah basi, jika mereka bertindak malam tadi, pastilah mereka sudah habis dibantai oleh Mang Jajang dan pasukannya.

Nah, jelas sudah, mereka sedang ujian kelulusan.  Berkali-kali datang ke lingkungan kami, dan berkali-kali juga gagal untuk melaksanakan niatnya.  Mudah-mudahan mereka tidak akan pernah berhasil.

Aaammiinnn…

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s