Kemana Empati Kita Semua?

Kakek itu berjalan tertatih, menyeret kaki kanannya yg lumpuh, tangan kanannya melambai tak lagi bisa digunakan. Stroke, itulah yg kini dideritanya.

Parau suaranya mengucap salam, sambil mengangkat tangan kirinya, meminta kemurahan hati orang yg didekatinya, satu per satu didatanginya, ada yg acuh, ada yg tak melirik, ada yg pergi begitu dia menghampiri.

Ohh, inikah kita? Kemana rasa empati kita? Banyak pertanyaan yg akan muncul hanya dari satu objek.

Kakek itu menghampiriku yg sedang makan di warung itu siang tadi, perlahan bau badannya yg sama sekali tidak enak menusuk hidungku, dan sedikit mengganggu selera makan, perlahan ku rogoh kantong, mengambil selembar uang dan menyodorkannya kepada kakek itu, parau dia mengucap syukur, kemudian berlalu pergi.

Ohh, inikah kita?
Ketika banyak manusia haus kuasa rela membuang uang hanya untuk promosikan dirinya, agar dikenal orang dan dipilih, uang yang dihabiskannya itu hanya akan terbuang sia-sia jika ia nanti tak terpilih, coba uang itu diberikan kepada kakek tadi dan orang- orang seperti beliau, bukankan lebih bermanfaat??

Kadang orang lebih memikirkan kesenangan pribadi dibandingkan melihat dan membantu kesusahan orang lain. Ahh jangan katakan itu manusiawi, seburuk-buruknya manusia masih punya empati kan?

Harusnya begitu.

Kakek itu hilang diujung jalan, entah berapa rupiah yang ia dapatkan hari ini, aku yakin bantuan langsung sementara yang katanya untuk rakyat miskin itu pun tak diperolehnya, miris.

(“^_-) 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s