Museum Barli

Museum Barli

Museum Barli pernah dengar nama museum yang satu ini? jujur gue juga baru tahu ada museum ini di Bandung.  Thanks to sobat gue Eris ( https://twitter.com/ErisSuci ) yang sudah mengajak ke museum ini. Walaupun dia juga katanya baru kali ini ke museum tersebut.  Museum Barli didirikan atas prakarsa Pelukis Barli, ada yang tahu siapa pelukis ini? pasti gak akan tahu kalau tidak mencari di Google atau wikipedia,  baiklah, ini sekilas profil Barli dari Wikipedia. 

Barli Sasmitawinata (lahir di Bandung, 18 Maret 1921 – meninggal di Bandung, 8 Februari 2007 pada umur 85 tahun) adalah seorang pelukis realis asal Indonesia.

Ia mulai menekuni dunia seni lukis sekitar tahun 1930-an dan merupakan bagian dari “Kelompok Lima” yang juga beranggotakan Affandi, Hendra Gunawan, Sudarso, dan Wahdi. Awalnya ia menjadi pelukis atas permintaan kakak iparnya pada tahun 1935 agar ia memulai belajar melukis di studio milik Jos Pluimentz, pelukis asal Belgia yang tinggal di Bandung. Di sana ia banyak belajar melukis alam benda. Setelah berguru pada pelukis Italia Luigi Nobili (juga di Bandung), pada tahun 1950-an ia lalu melanjutkan pendidikan seni rupa di Eropa. Latar belakang pendidikan tingginya di Belanda dan Perancis (Académie de la Grande Chaumière, Paris, 1950 dan Rijksakademie van beeldende kunsten, Amsterdam, 1956) terwakili dalam karya-karyanya yang menunjukkan penguasaan teknik menggambar anatomi tubuh secara rinci.

Sasmitawinata dikenal sebagai orang menekankan pentingnya pendidikan seni rupa. Tahun 1948 ia mendirikan studio Jiwa Mukti bersama Karnedi dan Sartono. Setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri, ia mendirikan Sanggar Rangga Gempol di kawasan Dago, Bandung pada tahun 1958. Ia pernah mengajar seni lukis di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan adalah salah seorang perintis jurusan seni rupa di Institut Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung (kini bernama Universitas Pendidikan Indonesia) pada tahun 1961. Barli lalu kemudian lebih banyak mengajar murid secara informal di sanggar. Tahun 1992 ia mendirikan Museum Barli Bandung.

Antara murid-murid yang pernah dididiknya adalah Popo Iskandar, Srihadi Soedarsono, Yusuf Affendi, AD Pirous, Anton Huang, R Rudiyat Martadiraja, Chusin Setiadikara, Sam Bimbo, Rudi Pranajaya.

Karya-karyanya pernah dipamerkan baik di dalam maupun luar negeri. Koleksinya juga dipamerkan di Museum Barli Bandung. Pada tahun 2000, ia menerima penghargaan Satyalancana Kebudayaan dari presiden.

Ia meninggalkan 2 anak kandung, 3 anak tiri, 15 cucu, dan 9 buyut. Setelah istri pertamanya, Atikah Basari (menikah 1946) meninggal tahun 1991, ia menikah lagi dengan Nakisbandiyah tahun 1992.

Kemudian ini adalah keterangan soal Museum Barli dari Dinas Pariwisata dan Budaya, Provinsi Jawa Barat.

Barli, seniman inilah yang memiliki gagasan untuk didirikannya museum ini. Museum ini berdiri untuk memberikan kesadaran kepada masyarakan akan pentingnya apresiasi seni yang kian maju pasat, selain itu, juga untuk menyediakan ruang bagi para seniman untuk bisa menampilkan karyanya supaya bisa dinikmati secara umum. Museum Barli ini diresmikan oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (MENPARPOSTEL) pada tanggal 26 Oktober 1992.
Museum ini sering digunakan untuk kegiatan–kegiatan seni seperti : pameran karya seni rupa, penjualan karya, diskusi, sarasehan kesenirupaan dengan berbagai tema workshop, pelatihan studio keramik dan lukis, dan berbagai kegiatan lainnya.
Dengan adanya museum ini dapat dilihat perkembangan dunia seni baik seni rupa, seni lukis dan juga seni budaya. Museum ini juga digunakan untuk menyimpan dan melestarikan karya–karya seni guna penggalian nilai–nilai sejarah dan juga sebagai tanda eksistensi Barli dalam menggeluti dunia seni di Indonesia. Museum ini dapat dikunjungi oleh umum pada hari Sabtu hingga Kamis pada pukul 9.00–17.00 WIB. Lokasi:  Jl.Prof Sutami 91 Bandung 40152

Okey, cukup perkenalannya dengan Museum Barli yaaa.. ini ada beberapa photo hasil jepretan Gue dan Eris, sayangnya dia gak mau ditampilin di tulisan ini. aneh…😀

Museum Barli

Salah Satu Lukisan Karya Barli

Salah Satu Ukiran di Museum Barli

Sok Serius...

IMG01153-20130525-0958

Perhatikan baik-baik tulisan yang ada di lukisan ini.  Maka kalian akan menemukan kalimat “gigi saya hilang satu waktu saya jatuh” kenang-kenangan dari Afandi.  Unik. Yang tertarik dengan lukisan, sejarah dan hal-hal unik cobalah datang ke Museum ini.  Hampir lupa, Barli itu adalah pelukis Lambang Siliwangi yang tersohor itu lho.  Gak percaya? datang ke Museumnya dan buktikan sendiri. 😀

hahhaaaa…

Sekian dulu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s