Aku (masih) merindukan mu

Terhenyak ku di sudut kamar, menjelang subuh ini. Gelap masih menyelimuti kamar ini. Hangat yang keluar dari tubuh berbaur dengan panas mesin televisi yang masih saja menyala meski tak bersuara.

Gemericik air di luar,
Gerimis sepanjang malam harusnya membuat ku dapat tidur lebih nyenyak malam ini. Tapi begitulah. Masih ada sudut yang belum rela untukku pejamkan mata lebih dalam saat kantuk melanda.

Perlahan ku ingat, apakah yang membuat ku terjaga? Aahh, itu kamu. Meski tak setiap malam kamu datang, tapi bayang mu muncul dalam mimpiku, nyaris setiap minggu.

Aku merindukan mu dalam khayalku sendiri, ada ruang tersisa dalam sudut hati ini khusus untuk mu. Mungkin saja tak akan terisi kembali, tapi aku memilih tak perduli.

Aku merindukan mu, aku (masih) mendoakan mu meski tak lagi sesering dulu.

Gadis berbaju merah di atas jembatan itu. Masih membuat ku termangu.


2 thoughts on “Aku (masih) merindukan mu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s