Kisah Nyata Malam Tadi…

Minggu malam waktu kosan gue.
Terbahak-bahak…
Stand Up Comedy tadi malam di Kompas Tv benar-benar sukses membuat gue ketawa sampai sakit perut. Komedi kocak yang dibawakan mereka walau rasanya satir dan menyindir sukses melibas pandangan kita tentang kekonyolan yang rasanya sering kita abaikan. Padahal hidup ini memang konyol.

Itulah stand up comedy, buat gue, mentertawakan lelucon dari para komik (mereka yang ahli melakukan stand up comedy) adalah sama dengan menertawakan diri sendiri. Buat gue lagi, mereka yang enggan tertawa ketika menonton stand up comedy pasti kotak ketawanya sudah dioperasi seperti Squidward. Hehe

Selepas tayangan Stand Up Comedy itu gue mulai terlelap, di luar memang hujan sedari maghrib, petir setia menyambar, gluduk setia menabuh gendang, dan hujan selalu main keroyokan.

Hingga..

Dugh, dugh, dugh…pintu kamar gue ada yang ngetok, “yar, yar, yar, bangun bro, bantuin gua, kosan banjir…” Si abhe dari luar kamar dengan intonasi yang panik sedikit maksa nyuruh gue bantuin dia.

Gue yang masih setengah sadar, langsung lihat jam di hp, ahh ini masih setengah 1, kenapa pula ada banjir? Ini Bogor bro, mana bisa banjir, gue pikir gitu, meski demikian gue yang kamarnya di lantai 2 beranjak turun. Saat di tangga, gue kucek-kucek mata, apa-apaan ini? Air sudah naik ke anak tangga no 2. Itu artinya air sudah naik setinggi lutut.

Langsung mata gue cerah, kaget. Kosan gue yang dikelilingi sungai ini memang rentan banjir, tapi gue ga nyangka air bisa naik setinggi ini, teman-teman yang dibawah sudah naikin barang-barangnya ke tangga, ada tv, dispenser, keyboard, ahh, macam-macam peralatan elektronik, gue bergegas ke kamar abhe, dan memang air sudah selutut.

Ada rasa sedikit ngilu, lihat air naik setinggi itu, ngeri kalau tiba-tiba ada ular air yang naik, bukannya takut, cuma ga enak ja kalau kena bisa ular air, sakit woyyy.

Tidak berapa lama barang-barang yang diselamatkan sudah beres.

Gue bergegas cuci kaki, sabunan, daripada gatal-gatal coy, hehe.

Kami terjaga sampai jam 3 pagi. Air surut jam setengah 2, artinya tenggelam sampai 1 jam kamar bawah itu. Gue bangun setengah 6, ada si Hendra yang numpang tidur di kamar gue. Jam setengah 7 dia ngajak keluar, waktu kami turun, lumpur di halaman dan kamar yang terendam sudah setebal mata kaki. Halaahh.. Ini yang ga enak.

Sayup-sayup kedengaran suara orang ramai, ternyata mereka puas, banyak dpt ikan. Gue lihat mereka manggul jala, jaring, dan karung, wuihh. Ikan bawal, ikan mas, ikan nila isinya. Waaahhh.. Panen ikan.

Ukuran ikan itu rata-rata ukuran ikan konsumsi, kasihan banget tu yang punya kolam ikan. Bisa bangkrut total dia, ikannya dipanen orang. Kasian, kasian, kasian…

Malah ada yang dapat ikan mas sepanjang 80 cm, ini indukan ikan mas siapa yaa kira-kira?

Kemudian gue dan firman iseng mengelilingi halaman kosan yang luas ini, wahh, masih ada 5 ekor ikan, 2 ekor ukuran konsumsi, besar, selebar piring makan.

Kereeeennn…

Ada nikmatnya juga dapat ikan begitu, cuma gue sama sekali ga tertarik buat makannya, repot. Dan pasti ga halal..

Hheehe.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s