Alangkah Lucunya Negeri ini.

Baiklah.
Aku paham kalau kalian itu semua berhak menenteng senjata, dan itu memang diatur oleh undang-undang.

Lantas, itukah buah dari hak kalian itu? Bertindak arogan atas nama mencari keadilan. Keadilan macam apa yang hendak kalian cari jika undang-undang yang mengatur itu pun kalian abaikan? Polisi kalian serang, lembaga permasyarakatan kalian obrak-abrik? Tentara kalian tembaki di daerah konflik.

Oh, aku tahu kalian itu terlatih untuk membunuh, manusiawi sih, setiap orang yang latihan pasti ingin ada ujiannya. Agar bisa naik ke level yang lebih mahir. Butuh pengakuan?

Baiklah.
Aku juga paham undang-undang dan hukum di negara kita ini juga tidak berjalan dengan baik. Ada banyak diskriminasi, hukum seolah tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Tapi apa itu bisa jadi legitimasi tindakan kalian?

Jangan paksa kami, rakyat ini bertindak semau kami. Kalian dengan seenaknya atas nama hukum menuduh seseorang sebagai teroris kemudian membunuhnya tanpa ada hak membela diri yang seharusnya melekat pada dirinya hingga ke pengadilan.

Alangkah lucunya negeri mu ini kawan.
Alangkah mengerikannya negeri kalian ini.

Jangan paksa kami, rakyat ini menghakimi siapapun yang tidak sesuai dengan hati nurani kami. Jangan, ku mohon jangan.
Rakyat negara ini sesungguhnya manusia paling sabar di muka bumi ini. Berhimpit-himpitan di dalam alat transportasi massal kami kuat, tidak mengeluh. Sementara kalian puas memakai fasilitas negara dan bertindak arogan dengan sirene yang membuat kepala ini pusing mendengarkannya.

Kalian sediakan berbagai subsidi, untuk siapa? Itu hanya untuk orang yg mampu kawan, orang yang tidak mampu sangat sedikit menikmatinya. Pernah kau membeli bensin di pedalaman Sumatera sana? Sumatera itu pulau utama nomor 2 di negara ini, tapi rakyatnya membeli bensin dengan harga Rp. 15000, di Papua sana malah sampai Rp.50000 per liter. Dan itu langka.

Sementara kalian seenaknya menghabiskan jatah subsidi bahan bakar itu untuk mobil-mobil mewah dan baru yang kalian miliki. Padahal kalian tahu, mobil itu tidak cocok pakai premium.

Kalian itu bodoh atau tolol?

Aahhh, alangkah lucunya negeri ini.

Dan kita hanya menonton sambil mempersiapkan diri, menghadapi kesewenang-wenangan yang mungkin akan terjadi pada diri pribadi.

Ini negeri tanpa hukum kawan. Hukum hanya di atas kertas. Dan kalian tahu itu.

Lucu, lucu..lucu.

Dan gue sedang marah.
Entah pada siapa.

⌣_⌣


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s