The Crew

@bookpackerIndo

Baiklah, pagi ini sambil ngehabisin kopi instant yang tidak enak ini, gue akan melanjutkan sedikit tulisan tentang kita.  Saat perjalanan pulang gue udah janji ke Eris dan Devi kalau gue akan membuat 3 tulisan tentang Kampung Naga dan perjalanan kita.  Karena ini adalah tulisan ketiga, maka gue anggap hutang janji itu lunas yaaaa….hehhe, gue tunggu juga tulisan dari teman-teman. Jangan lupa juga tulisan ini dan 2 tulisan sebelumnya dikomentari dong temans, di blog gue, biar seru, biar gue tahu tanggapan kalian. hehhehee…

Kalau lihat photo-photo di Kampung Naga yang gue punya, sadar gak kalau kita itu tidak punya photo lengkap? maksudnya enam orang yang ikut ke Kampung Naga itu tidak berada dalam 1 photo, kecuali di rumah Pak Danu, waktu kita selesai memberikan buku dari Bookpacker Indonesia.

Ok, mungkin ada di antara kita yang suka diphoto alias narsis juga mungkin ada di antara kita yang gak suka diphoto alias ………. jawab sendiri yaaa…

Nah, di tulisan ini, gue mau membahas beberapa hal-hal lucu mungkin sedikit konyol yang kita lewati di sana.  Pertama adalah soal rute yang kita tempuh menuju ke Kampung Naga.  Gue awalnya gak ngeh soal ini, tapi setelah kita dalam perjalanan pulang dari Kampung Naga, tepatnya dari Garut menuju Bandung, Devi nunjukin peta di hp androidnya, peta Bandung menuju Kampung Naga dan rute yang sebaiknya di ambil.  Ternyata memang rute berangkat kita itu mutar kawan-kawan.  Iyaaa, mutaaarrrrrr…! Gue awalnya ga terlalu ngeh, tapi waktu gue sampai di Bogor, kemudian mengakses Googlemaps dari laptop memang iya, rute yang kita lalui saat berangkat itu muter.  Langsung gue kebayang ketawa ngikik Devi waktu cerita soal itu di bus. Ahhh, memang Miss Upil itu, kayaknya dia puas banget bisa ngukur jalanan rame-rame.  hahaha (+_=)

Nih, gue tunjukin Petanya.  Berikut Peta kita berangkat, jalur yang bergaris hitam adalah rute berangkat kita, sedangkan jalur yang bergaris biru adalah rute pulang dan yang SEHARUSNYA kita lewati saat berangkat.

Rute keberangkatan   Peta Keberangkatan (Perhatikan garis hitam…😀 ) 

Nah, itulah penyebabnya kita jadi kelamaan di perjalanan, naik bis Primajasa yang bertarif Rp. 5000 itu, 3 atau 4 jam perjalanan kan? hahhaha, bosan dah ! Maka bandingkan dengan peta perjalanan pulang kita yang gue sebut jalur normal, hahahaha.

Bandung - Kampung Naga

Rute Pulang (Perhatikan garis biru pada Peta ^_^)

Jadi, silahkan senyum-senyum sendiri atas kekonyolan kita semua….hahahaa…

Okay, kita lanjut dengan kekonyolan berikutnya.

Masih ingat dengan spanduk di terminal Singaparna? soal Pasal sekian UU sekian tentang UU lalu lintas? kalau gak salah.  Apa yang kita bahas adalah sesuatu yang  sebenarnya menarik.  Soal pemakaian kata Layak dan Laik.  Mungkin ada baiknya kalau kita bahas sesuai pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang gue akses secara online.  Pengertian Laik menurut www.kamusbesar.com adalah Laik (la.ik) adjektiva : memenuhi persyaratan yang ditentukan atau yang harus ada, patut, pantas dan layak (adjektiva).  Pasti pada nanya apa itu adjektiva? iya kan? nanya kan? hehhee…. Adjektiva atau kata sifat adalah kelas kata yang mengubah nomina atau pronomina, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik.  Adjektiva dapat menerangkan kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas, maupun penekanan suatu kata.

Layak ternyata dimaknai lebih luas daripada laik.  Pengertian Layak dari sumber yang sama adalah sebagai berikut.  Layak (la.yak) memiliki 2 pengertian, yaitu sebagai Adjektiva atau kata sifat, layak itu wajar, pantas, patut, selain sebagai adjektiva, pengertian layak juga sebagai nomina.  Apa itu nomina? Nomina atau kata benda adalah kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat atau semua benda dan segala benda yang dibendakan.  Kata benda dapat dibagi menjadi dua, yaitu kata benda konkret untuk benda yang dapat dikenal oleh panca indera serta kata benda abstrak untuk benda yang menyatakan hal yang dapat dikenal dengan pikiran.

Jadi, sudah bisa membedakan yaa? mengapa di UU Lalu Lintas No sekian, Pasal sekian itu digunakan kata Laik, bukan layak.

Cukup!! Pening juga kepala kalau membahas Bahasa Indonesia yang baik dan benar yaa…hehehee

Okey, kita lanjut kekonyolan berikutnya.  MENGHITUNG ANAK TANGGA.

Masih ingat Pak Ijat ngomong kalau jumlah anak tangga dari dan menuju Kampung Naga itu ada berapa anak-anak? yaaa, 439 anak tangga, yang jawabannya benar nanti masuk surga yaaa… hehhee..

Waktu kita pulang dari Kampung Naga, gue mutusin untuk segera menghitung jumlah anak tangga Kampung Naga ini, lazimnya sih memang jumlah anak tangga itu tidak akan pernah sama setiap kali, setiap orang menghitungnya. Tergantung konsentrasi si penghitung dan kondisi fisiknya.  Bayangkan capeknya menghitung ratusan anak tangga dengan napas ngos-ngosan dan itulah yang gue, fachri dan culie alami.  Akibatnya jumlah anak tangga yang kami hitung menjadi berbeda. Gue hitung anak tangga di situ berjumlah 448 anak tangga, Fachri ngehitung lebih sedikit lagi yaitu 447 anak tangga, tapi culie hebat woyyy, jumlah anak tangga pas dengan jumlah yang disebut Pak Ijat, gue curiga dia menghitungnya dengan bantuan gadgetnya.  Setiap 5 atau 10 anak tangga dijumlahin di Kalkulator gadgetnya. Makanya pas tuh jumlahnya,…hahahha…

Setelah menhitung anak tangga

Masih sempat Narsis, padahal ngos-ngosan tuh…heheehe

Lain kali, kalau kita travelling lagi kawan-kawan dan berpotensi menemukan anak tangga sebanyak itu, siapin cat atau pylox yaaa..kita nomorin anak tangganya satu per satu, biar pemandu kayak Pak Ijat gak seenaknya saja ngasitau jumlah anak tangga menuju lokasi travelling kita itu.  hahahah.  (vandalisme itu gak boleh yaaa)

Terakhir, setelah tiba di atas…masih sempat juga melirik ke dalam Tugu Kujang Pusaka.  Gue yakin, Tugu Kujang yang ini pasti ada hubungan saudara dengan Tugu Kujang di Bogor.  Tugu Kujang yang ini pasti abangnya Tugu Kujang Bogor. hehhe…habisnya dia pakai nama “pusaka” sih….. di dalam bangunan itu banyak sekali Kujang berbagai ukuran, pedang, dan kendi tempat bakar kemenyan.

IMG-20130310-01021

IMG00851-20130310-1720

Terakhir, biar isi tulisan ini matching dengan judulnya, kita perkenalkan masing-masing Crew yang ikut berangkat.  Karena gue gak ada photo satu per satu maka gue masukin photo lengkap kita bersama Pak Danu aja yaaa…

Bookpacker Indonesia bersama Pak Danu

The Crew

Dari kanan ke kiri….

Eris : pakai baju liris-liris…sobat gue sejak SMA ini yang pertama kali ngajakin untuk ikut bergabung dalam perjalanan ini.  Awalnya dia bilang ini hanya perjalanan bertiga, waktu sampai Bandung dia bilang perjalanan ini akan diikuti oleh 9 orang, ternyata yang berangkat 6 orang.  Ok, gue paham, maksudnya adalah 9 orang – 3 orang = 6 orang.  Ini hanya permainan Kode dan logika ja kan ris? hahaha…

Nabilla : Katanya sih, teman kampusnya Eris dan si Miss Upil Devi..awalnya gue gak tahu kalau dia itu suka memperjelas apapun statement orang.  Sampai di angkot Singaparna – Kampung Naga gue baru tau kebiasaan uniknya itu.  hahha.. Billa ini juga “pawang hujan” berbakat ! Jangan lupa payung dan CD kosongnya selalu dibawa yaa Bill, biar aman perjalanan, gak akan turun hujan dah…hahhahahaha

Fachri  : Ngakunya sih paling muda di antara Crew yang lain, sempat hampir berantem dengan lele yang dikarungin seorang bapak waktu naik angkot Singaparna-Kampung Naga hanya karena masalah kumis…hahaha…bercita-cita untuk melihara luwak seperti yang dipelihara oleh Pak Ijat.  waduh, mudah-mudahan luwaknya Pak Ijat ga kebawa sama dia yaa di tasnya…hehhee..

Devi : Sang kepala rombongan.  Sudah beberapa kali ke Kampung Naga, namun ini adalah perjalanan pertama dia sebagai kepala rombongan, wajar sih kalau kita dibawanya mutar-mutar…hahaha…gue nyebut dia Miss Upil, dengan upilnya lah dia bisa membuat orang kabur tanpa menyentuh orang tersebut, ilmu kanuragan yang unik…..ANTIMAINSTREAM katanya.  hahahaha..

Culie : Nah gue bingung nih mendeskripsikan beliau.  Agak susah dibaca, (kalau gak mau disebut misterius),,,hahaha.. udah ahh, jangan diterusin..bahaya…kaburrr…

Gue : Masih newbie dalam hal travelling punya cita-cita keliling Pulau Sumatera sendirian, sebelum menjamah Pulau lainnya di Indonesia, Negaramu ini luassss kawan.  Gue …………………………………………………..

(silahkan diisi di kolom komentar ya kawan-kawan) .  hehehe.

Oke, sekian tulisan ke tiga ini.

Gue tunggu rencana perjalanan kita berikutnya yang pasti lebih asyik dan lebih seru, usul nih….gimana kalau kita ke Kampung Baduy…? hhhehehehe….

Sekian..

See yaaa.. [=_=]

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s