Pesan Akang

Gue kenal si Akang ini belum lama, seingat gue baru sekitar 3 minggu, paling ketemu dia waktu ke kolamnya Deni, yaa, beliau memang partner Deni, teman gue yang setia dengan prinsip wirausahanya.  Kang Yoes namanya. Begitulah dia dipanggil, karena Deni memanggil dia dengan sebutan Kang atau Akang (Abang atau Mas dalam bahasa Sunda), gue juga memanggil beliau demikian.

Awalnya gue hanya tahu kalau beliau adalah orang yang hanya berkecimpung di usaha pembenihan lele sangkuriang.  Gue sih bukan orang yang biasa underestimate alias meremehkan orang lain, dari pertama “ngobrol” gue sudah tahu kalau Kang Yoes ini bukan hanya sekedar seorang petani peternak lele sangkuriang, ada wawasan luas yang terekam dalam cara bicara beliau, ada banyak pelajaran yang sudah beliau hadapi selama ini.

Dan apa yang gue rasakan sejak awal itu menemukan jawabannya sore ini.

Seperti biasa, karena gue juga terlibat di bisnis jamur tiram dengan Deni, gue biasa berkunjung ke kolam yang terletak di suatu tempat di sekitar Laladon sana, gue biasa ketemu Deni di sana karena kalau harus ke lokasi usahanya di Cipanas kadang membutuhkan energi yang lebih, dan sumber daya yang perlu lebih dari biasanya, dengan kata lain gue malas….heheheee…

Sore ini gue datangi Deni ke kolam lelenya, setelah janjian sejak hari senin yang lalu, janjian dengan orang satu ini harus dari jauh-jauh hari, karena memang dia sibuk, maklum pengusaha… #eeeaaa.

Setibanya gue di sana, gue lihat, Deni dan Kang Yoes sedang asyik bercerita soal kolam lele dan dinamika usaha mereka, perlu adaptasi untuk menyesuaikan ritme cerita mereka, akhirnya gue lebih banyak diam dan mendengarkan.  Entah siapa yang memulai akhirnya pembicaraan “ngelantur” kemana-mana. Banyak cerita soal intelijen, soal sejarah Soekarno dan kawan karibnya yang notabene adalah kakeknya Kang Yoes, soal Munir dan misteri pembunuhannya yang sampai sekarang “belum” terungkap, hingga soal bagaimana Kang Yoes memulai usaha lele sangkuriangnya beberapa tahun lalu.

Gue tidak akan menceritakan secara detail apapun yang jadi cerita kami, banyak isu sensitif di dalamnya, banyak keterangan yang perlu diperjelas dengan teliti, hingga banyak sejarah yang kadang tidak kita temukan di buku manapun, intinya dari jam 3 sore hingga jam 8 malam gue dan Kang Yoes serta Deni sharing, banyak pelajaran dari Kang Yoes yang gue serap.  Bagaimana beliau bisa lepas dari frustasi yang menyergapnya saat impiannya menjadi tentara direnggut secara paksa, bagaimana beliau memilih menjadi petani peternak lele meski sudah banyak ditipu oleh rekan bisnisnya, padahal saat itu beliau adalah calon pegawai tetap di Pertamina, bagaimana beliau membangun 6 wartel yang sempat membawa beliau menjadi jutawan di usia awal 20 tahun,  hingga akhirnya jalan hidup membawanya untuk fokus ke usahatani lele.

Intinya, dari kisah pengalaman dia ada beberapa pelajaran yang gue petik :

1. Seorang pemenang adalah mereka yang setelah jatuh masih mampu bangkit dan memperbaiki keadaan, bahkan mencapai yang lebih baik dari itu.

2. Percayalah pada diri sendiri dan pilihan yang diambil, jangan lawan nurani, jika tidak cocok maka tinggalkan.

3. Perjuangkan apa yang telah menjadi pilihan, karena hanya itu satu-satunya jalan untuk membuktikan bahwa pilihan yang kita ambil tidak salah.

4. Bergaullah dengan orang tua, bergaul dengan orang muda itu penting, namun kombinasikan dengan pergaulan dengan orang tua, karena pengalaman mereka lebih berguna untuk diserap jika dibandingkan dengan ilmu orang muda yang cenderung statis.

5. Orang yang bodoh akan terlihat lebih pintar jika dia disiplin.

6. Untuk persoalan menikah, jangan tunggu mapan, karena semua orang tidak akan merasakan mapan jika tidak pernah merasa puas, persiapkan mental karena itu yang penting, jika mental sudah siap maka segerakanlah menikah (ini yang gue kurang setuju, hehehe, )

 

Kayaknya itu saja yang bisa gue serap dan bagikan melalui tulisan ini, sebenarnya masih banyak yang ingin gue tulis, tapi semuanya masih diproses di dalam pikiran gue, jelas gue sedang mengalami brainstorming dan tidak mudah menulis saat otak mengalami “badai” .

Anyway, tahun ini gue rasakan banyak hal yang berubah dalam pola pikir gue, banyak pelajaran dari orang-orang hebat yang gue rasakan belakangan ini, banyak orang-orang baik yang mau membagi ilmu dan pengalamannya di tahun ini, ini baru bulan Maret, dan gue tahu…tahun ini adalah tahun untuk membangun semuanya.

SERANGAN UDARA 2013 bukan sekedar slogan buat gue.

Sekian..

See yaaa..

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s