Bertahan di Sana

Biarkan berlalu disapu Ombak
Sore ini, setelah aktivitas yang tidak terlalu menyita tenaga, akhirnya gue nyalakan laptop, entah kenapa gue sedang pengen mendengarkan lagu-lagu lawas dari Sheila On 7.  Grup band yang telah ada sejak gue SMP dan masih bertahan hingga kini, meski mereka sepertinya semakin tergerus dengan adanya grup band baru dan pawai grup-grup “lipsync” dan entah kenapa itu disukai oleh penikmat musik muda zaman sekarang.  
Alunan musik dan hentakan irama dari suara parau Duta membuat gue seperti melayang-layang ke waktu-waktu dimana grup band yang satu ini dinobatkan sebagai band fenomenal, menyaingi Dewa, berdiri sejajar dengan Slank hingga akhirnya terhalangi oleh Ungu dan Peterpan.  hingga akhirnya gue sampai mendengar lagu di bawah ini. Judulnya “Bertahan di Sana”. Lirik dari lagu itu gue tuliskan di bawah ini :
Dinda apa kabar kau di sana?
Lelahkah menunggu ku berkelana  
Lelahkah menunggu ku kau di sana
Sayang aku kan segera pulang  
Tunggu aku dengan senyuman itu  
Tunggu aku dengan senyuman itu
Bila waktu itu telah tiba
Coba kenakanlah mahkota itu  
Masih banyak yang harus ku cari untuk bahagiakan hidupmu nanti 
Lagu ini pernah gue nyanyikan buat seseorang, yang mungkin dia juga sudah lupa dengan apa yang gue nyanyikan waktu itu, waktu semuanya terasa membahagiakan.  Entahlah, mengingat sesuatu yang mungkin takkan terulang lagi itu hanya akan terasa seperti menyayat sembilu pada luka yang telah mengering…halaahhh.
Sedikit sekali yang bisa dilakukan jika seseorang di masa lalu itu memilih menjauh meninggalkan sejumput luka di benak kita, yang harus kita lakukan adalah membangun kembali sesuatu bernama “cita-cita” untuk orang yang memang tepat untuk kita di masa depan.  Mungkin ada di antara kalian yang pernah mengalami hal yang sama, “cita-cita” kalian kandas bahkan di saat kapal yang kalian bangun belum lagi mengembangkan layar untuk berlayar di lautan.
Sementara biarkan luka itu mengering dengan sendirinya, dan mulailah berbenah, larutlah dalam diam dan camkan bahwa mereka yang pergi meninggalkan mu entah itu teman, sahabat, mantan pacar, dan mantan-mantan lainnya pasti akan kembali di suatu waktu di masa depan dengan persepsi yang baru tentang diri kita.  Jadi yang harus kalian lakukan adalah perbaiki diri, rubah kebiasaan buruk yang mungkin selama ini telah menjadi kebiasaan.   Be a better man kata Robbie William.
Mengenai lagu di atas, akhirnya gue biarkan lagu itu hanya berlalu bersama angin yang mengalir lembut dari jendela kamar gue, takkan lagi gue terhanyut akan kenangan bersama seorang yang gue maksud tadi,  dan buat “dinda” yang telah dipersiapkan buat gue, bertahanlah kau di manapun berada, pantaskan diri mu untuk ku jemput ketika diri ini siap untuk menjemputmu.  Memakaikan mahkota itu.  Buat seseorang yang gue maksud, jika kau baca tulisan ini, percayalah aku berterima kasih atas segala kenangan manis yang pernah kita rasakan bersama, biarkan kenangan pahit yang juga pernah kita rasakan ku tanam dalam-dalam.  Aku berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik kini.  Jauh lebih baik daripada yang pernah kau kenal.
Ketika semuanya pergi, biarkanlah pergi membawa peran dan kenangan masing-masing, dan biarkanlah berlalu bersama angin yang selalu bertiup, berikan yang terbaik untuk dirimu sendiri, karena memang itulah arti hidup.  Hingga orang-orang sekitarmu akan menyaksikan mu berbicara di depan mereka dengan tatapan bangga.

One thought on “Bertahan di Sana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s