“Duo Portsmouth di San Siro”

Pagi ini gue terbangun jam 2 dinihari, bangun yang agak sedikit direncanakan karena memang pengen nonton Milan vs Barca yg akan disiarin di tv. Entah kenapa dari kemarin gue rasa Milan pasti akan menang dari Barca, faktor main di San Siro tentu satu alasan yg cukup logis, selain memang Milan selalu punya catatan bagus kala bermain di Liga Champions…setidaknya kala mereka masih diperkuat para “Senatori” dan bintang-bintang sekelas Kaka dan Pirlo.

Ambrosini, senatori yg tersisa selain Abbiati memimpin tim yg saat ini boleh disebut sangat bergantung pada kecermelangan El Sharawy, sayang memang karena Balotelli tidak dimainkan, tapi masih ada Niang yang juga bermain bagus, tapi kemana Bojan? Ahh lupakan dia, sejak keluar dari Barca, striker muda ini bukan lagi pemain yg sama, apakah Messi juga sama jika dia memilih keluar dari Barca akan melempem? Who knows…

Puyol dan Pique sebagai bek tengah agaknya kerepotan dengan mobilitas para striker Milan, apalagi mobilitas Muntari dan Boateng di lini tengah yang mengawal sang Kapten Ambrosini membuat Xavi dan Iniesta sebagai otak di Barca kehilangan fantasinya.

Puyol berdarah setelah tabrakan dengan salah satu pemain Milan, Pique menerima kartu kuning yang membuat sepanjang pertandingan setelahnya menjadi salah tingkah untuknya, tapi bintang utama malam ini tentu adalah Duo Portsmouth Boateng dan Muntari.

Ya, Duo Portsmouth.
Mereka berdua memang angkat nama di liga inggris dengan membawa Portsmouth jadi juara piala FA, di waktu yang hampir berdekatan dengan kebangkrutan Portsmouth. Tendangan dari tepi luar kotak pinalti memaksa Valdes memungut bola dari gawangnya, Boateng mencatatkan namanya di papan skor.

Gol kedua lebih fantastis, dari sisi kiri kotak pinalti Barca, Niang, striker 18 tahun milik Milan dengan tenang melewati kawalan Jordi Alba dan juga bek Barca lainnya untuk mengirim bola ke tengah, El Sharawy yang dikawal Puyol justru mengirim bola ke sisi kosong sebelah kanan gawang Valdes, tapi ajaibnya Muntari sudah berada tepat di sana setelah berlari sejauh kurang lebih 6 meter, dan mencetak gol indah dengan kaki kiri, kaki yg digunakannya untuk menendang dari luar kotak penalti pada saat babak pertama, sayang tadi sepertinya Muntari tidak melakukan sujud syukur, selebrasi yang menjadi ciri khasnya itu kini menjadi selebrasi khas pemain Muslim di liga eropa lainnya. Demba Ba, adalah pemain lainnya yang selalu melakukan sujud syukur setelah mencetak gol.

Ahh, Suporter Milan dan jg barangkali suporter Portsmouth pasti akan bersorak ria melihat kemenangan Milan ini, setidaknya salah satu kaki Milan sudah menapak di Perempat Final, dan harusnya kaki itu adalah kaki kanan, agar mereka terus melaju.

Don’t lose hope…itu barangkali prinsip Duo Boateng dan Muntari ketika mereka harus pergi dari Portsmouth, Boateng kalau tidak salah sempat ke Liga Jerman sebelum dibeli Milan, sementara Muntari sempat di Inter sebelum menyeberang ke Milan.

Don’t lose hope and we never know what will happen in the future.

Sekian..
See yaaa…


One thought on ““Duo Portsmouth di San Siro”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s