“Jumper atau Jamper ?? “

Hari ini gue bangun telat, saking nyamannya tidur di kamar td malam, gue baru bangun jam 7 pagi, astagfirullaahh…padahal hari ini ada janji sama teman, Deni namanya, teman lama di kuliahan, bisa dibilang sudah 9 tahun, saat ini dia usaha jamur dan pembenihan lele. Janjian dengan seorang pengusaha harusnya gue on time, tp ya begitulah, hujan rintik-rintik tadi pagi membuyarkan semua alarm untuk gue bangun seperti biasa. Padahal biasanya jam 4 gue dah bangun. Memang sih badan agak kurang fit tadi malam.

Setibanya di Laladon, gue langsung ngobrolin masalah usaha jamur dengan Deni, gue pengen penjelasan lebih rinci dari dia, soalnya ada teman gue yang mau invest jamur. Setelah obrolan itu selesai, kebetulan di kolam itu ada kegiatan panen benih ukuran 5-6 dan 7-8. Pada dasarnya gue tertarik dunia perikanan, akhirnya proses pemanenan itu gue ikuti, 1 kolam dikeringkan, setelah air tinggal 3 cm mulailah “serokan” bekerja untuk menjaring benih ikan lele, setelah itu disortasi dengan baskom yang sudah berlubang, “bolong-bolong” kalo mereka bilang.

Setelah itu ikan dihitung, ada cara yg menurut gue asyik disini saat mereka melakukan perhitungan, gelas yang dipakai adalah gelas bekas kopi, ikan-ikan ini ditaruh di gelas kemudian 1 gelas pertama dituang ke baskom, mereka menghitung ikan dalam gelas itu untuk jadi patokan jumlah ikan dalam 1 gelas, sementara sisa ikan lainnya kembali dihitung per gelas dan langsung dituang ke kolam, itulah asyiknya…heheeee

Yang menarik, dalam 1 kolam itu ada beberapa ikan yang kelihatan lebih besar dari ikan lainnya, inilah yang disebut Jumper atau Jamper atau pentolan, gue sendiri bingung bagaimana menuliskannya, Jumper sebut saja begitu biar sama pengertiannya, adalah ikan yang besar lebih dulu, di setiap kolam itu pasti ada, standar normalnya sih ada 8 ekor jumper untuk 4000 ekor lele, dan biasanya Jumper ini kanibal jika ukurannya 2 x lipat dari ukuran standar lele dalam 1 kolam itu, misalnya lele yang dipanen hari ini adalah ukuran 5-6 maka Jumper dalam lele itu akan melakukan kanibalisme jika ukurannya 10-11, kalau masih dalam ukuran 7-8 Jumper ini belum berani memakan sesamanya.

Mungkin takut dikeroyok….

Oleh karena itu, Jumper ini harus disortasi setiap minggu agar tidak merusak sesamanya, kalau mulai merusak sesamanya artinya dia itu sudah jadi hama, harus disatukan dengan yang seukuran.

Sekian….
See yaaa…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s