» Serangan Udara «

Selamat Pagi di hari Senin…04 Februari 2013

Sebelumnya gue ingatin kalau anda memiliki topi baja, atau helm atau sejenisnya segera gunakan, “mind your head” itu tulisan yg selalu kita temukan jika di tempat umum ada jalan atau terowongan yg tingginya hanya beberapa centimeter di atas kepala.

“Mind your head” bukan pikirkan kepalamu, tapi “hati-hati kepala” | awas kejedot | atau apalah itu pemahaman masing-masing.

Okey, back to topic…

“Serangan udara”

Sengaja dipilih nama itu agar kelihatan sensasional..yaa walaupun tidak sesensasional Syahrini, *apa sih?*

Tadi sehabis subuh gue merenung dan berpikir, perlu ada suatu usaha yg maksimal untuk meraup hasil yg maksimal, jika selama ini usaha kalian sudah maksimal, sedekah sudah kalian lakukan, puasa sunnah sudah kalian jalankan, restu orang tua sudah kalian dapatkan..mungkin ada yg yang kurang dalam usaha itu, yaitu jalan.

Jalan…
Kenapa begitu? Pagi ini gue tersentak setelah membaca tulisan guru gue (walaupun ketemunya baru 2 kali, tapi gue rajin membaca tulisannya), namanya Pak Jamil Azzaini, beliau menguraikan fakta jika hanya 1 jalan yg engkau buka untuk menampung semua jalur rezeki dari Allah, dan itu dirasa belum maksimal maka bukalah jalan lain, tidak perlu banyak, cukup 2 atau 3, tapi bukalah jalan itu selebar mungkin…atau jika terbiasa jadi orang yang Multitasking (mengerjakan banyak hal dalam satu waktu) maka bukalah jalan setapak sebanyak-banyaknya.

Kenapa gue tersentak?
Karena pernyataan guru ini sesuai dengan apa yang sedang gue mulai saat ini, satu jalan mulai terbuka, jalan lain memang masih menemukan hambatan, ada tembok bernama “modal” yang sedang gue dan tim gue hadapin. Tapi seperti orang-orang bijak berkata, jika menemukan tembok, maka dobraklah, jika tak bisa, kikis tembok itu pelan-pelan. Perlahan namun pasti tembok itu akan luluh padamu.

Tulisan guru yg tadi gue baca akan gue share di tulisan setelah ini.

Nah, kenapa dinamakan serangan udara?
(Pakai dulu topi bajanya yaaa,😀 )

Gue bermaksud membuka jalan itu dengan usaha dari berbagai sisi, dari usaha nyata, usaha melalui jalur komunikasi, usaha melalui Sang Pemilik Rezeki, Allah SWT. Serangan frontal akan dimulai dari meminta kepadaNya, kemudian dilanjutkan dengan usaha berikutnya lewat usaha nyata dan komunikasi yg baik dengan kawan-kawan yang gue miliki.

Kita tau, setiap serangan udara dilakukan ketika perang, umumnya akan bertujuan untuk melemahkan pertahanan pasukan lawan, sebelum regu Infanteri dan Kavaleri menerobos masuk ke dalam garis pertahanan lawan.

Itulah kenapa gue namakan serangan udara.

Jadi, jika kita semua masih merasa rezeki yg diterima itu kurang, masih belum maksimal, padahal usaha kita sudah maksimal, maka pahamilah tulisan ini dan tulisan selanjutnya dari guru gue, Pak Jamil Azzaini.

Serangan Udara dimulai.
*pakai topi baja*

Sekian…
See yaaa…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s