» Anak Medan….«

2 hari training di Sudirman, Jakarta cukup berkesan.
Besok hari terakhir training tahap pertama dari banyak training yang akan dihadapi ke depan. Tapi ada satu yang unik yang gue rasakan, kemanapun gue pergi pasti akan selalu gue temuin anak Medan, dengan logat bicaranya yg khas.

Sebentar, kita samakan persepsi dulu yaa, Anak Medan yang gue sebut disini adalah mahasiswa, perantau, dan semua orang yang berasal dari Sumatera Utara, baik yang memang sedang kuliah maupun yang sudah kerja yang penting dia berasal dari Sumatera Utara.

Lantas kenapa ngakunya Anak Medan? Medan itu ibukota Provinsi Sumatera Utara, orang akan lebih mudah paham jika kita sebut Medan, dibandingkan kalau kita sebut kota lain seperti Siantar, Lubuk Pakam, Tarutung, Balige, Sidempuan, Panyabungan dll.

Biasanya setelah kita sebut Medan, umumnya orang akan bertanya, Medannya dimana Bang? Nah, setelah itu kita baru akan menyebut kota lainnya, kayak gue dari Pematang Siantar.

Okey, persepsi udah sama yaa sekarang?
Nah, ada yang unik, di kelas training tadi, hampir sebagian besar itu adalah Anak Medan, darimana taunya?
Jelas,
Anak Medan itu terkenal memiliki bentuk wajah yg persegi kalo ga mau dibilang petak/kotak, dan umumnya ramah, kalau ada Anak Medan yang kalian temuin di mana pun dan dia tidak ramah, pasti dia lagi banyak masalah, lagi putus cinta, banyak utang, skripsi ga kelar-kelar, ahh macam lah itu. (Ehh, keluar dah logat aslinya).

Ciri lain dari Anak Medan adalah cepat membaur dan umumnya berisik. Coba ajak ngobrol, maka dia akan banyak bercerita tentang dirinya, meskipun kita tidak bertanya, oh iya satu lagi, logat Medannya itu ga akan hilang…

Selama apapun Anak Medan itu merantau, atau sebaik apapun dia berbaur dengan lingkungannya, coba perhatikan, jika dia bertemu dengan Anak Medan lainnya otomatis lidahnya akan distel ke setelan lidah Anak Medan…jadi kalo nanti kalian ketemu Anak Medan dan dia nyapa, “heii bro, apa kabar?” Kalo dia ketemu Anak Medan lainnya logatnya pasti berubah…” Ehh lek, apa kabar kau?”

Gue kira kalo soal logat ini pasti semua anak Rantau memiliki “setelan lidah”

Oh iya, satu lagi jangan kelen takut nengok Anak Medan kalo lagi ngomong, dia bukan marah-marah, memang logatnya kek gitu…

#eeehhh…

Sekian
See yaaa…

Stasiun Sudirman, 29 Januari 2013.
Ketika Kereta Listrik sedang tak bersahabat.


3 thoughts on “» Anak Medan….«

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s