“Aku Ingin Memelukmu…”

By : Jamil Azzaini ⋅ January 24, 2013

Ada seorang laki-laki yang benar-benar ingin saya peluk. Walau kadang sering bertanya di dalam hati, bisakah atau pantaskan saya memeluknya? Mengapa? Karena lelaki itu begitu mulia. Dia tahu dirinya sudah dijamin masuk surga tetapi dia masih rajin memohon ampun dan beribadah setiap hari. Alasannya sederhana, “Apakah tidak boleh saya bersyukur kepada Allah?”

Saat dia mendakwahkan agamanya ke Thaif, sambutan yang diterimanya adalah lemparan batu hingga kakinya berdarah-darah. Dan ketika malaikat menawarkan untuk menghancurkan kaum itu, lelaki ini hanya menjawab dengan doa, “Ya Allah tunjukilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui…”

Saat Islam sudah berkuasa di Madinah, ada seorang petinggi yang meminta keringan hukuman atas kesalahannya. Dia menjawab dengan keras, “Andaikan anakku Fatimah mencuri maka akan aku potong tangannya.”  Dia begitu tegas, tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum namun tidak semena-mena dalam menjalankannya.

Tentu setiap muslim tahu bahwa hukuman di dunia itu menjadi penghapus siksa di akhirat. Suatu hari ada seorang wanita datang kepada Rasulullah dan meminta dirinya dihukum karena telah berzina. Rasulullah meminta dihadirkan saksi, namun wanita itu tak bisa menghadirkannya. Tetapi wanita yang bernama Ghomidiyah menunjukkan bukti yakni dirinya hamil.

Maka Rasul meminta agar wanita itu melahirkan dulu anak yang dikandungnya. Saat Ghomidiyah sudah melahirkan ia datang lagi kepada Rasulullah meminta agar dirinya dihukum. Rasul kemudian meminta agar wanita itu menyusui dan membesarkan terlebih dahulu anaknya. Setelah Ghomidiyah menyusui dan membesar anaknya baru hukum diberlakukan kepada dirinya.

Dalam urusan rumah tangga, Rasul juga begitu romantis dan sangat sayang kepada istri-istrinya. Suatu saat Rasul pulang malam, karena takut mengganggu istrinya maka ia menggelar sorbannya tidur di depan pintu hingga pagi. Padahal sang istri juga tidur di dekat pintu, khawatir bila Rasul membangunkannya ia tidak mendengar. Kisah-kisah romantisnya sudah tersebar di berbagai buku, silakan Anda membacanya.

Saat hidup lelaki ini selalu ingat dan sayang kepada umatnya, ketika hendak meninggal ia pun masih memanggil-manggil kita, “Umati, umati, umati…” Bahkan saat dibangkitkan kelak yang diingat pertama kali adalah umatnya. Sungguh saya ingin memeluknya dengan penuh cinta. Ya Nabi salam ‘alaika, ya rosul salam, salam ‘alaika….

Salam SuksesMulia!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s