Rezeki (pengantar ke catatan berikutnya)

“kalau rezeki gak akan kemana”

 Image

Pameo di atas seringkali kita dengar, bahkan tidak sedikit yang meyakininya. Tapi benarkah demikian? agaknya harus kita ubah pameo itu, kita harusnya punya suatu keyakinan yang lain bahwa rezeki itu untuk dikejar dan diundang.

Jadi ceritanya begini, sabtu kemaren kebetulan gue ngikutin kajian yang memang rutin diadakan di suatu lokasi di Bogor, pembicara dalam kajian ini adalah seorang motivator handal, Jamil Azzaini (kalau gak tau orang coba disearch di Mbah google).  Menurut sang Guru, rezeki itu justru dikejar dan diundang, ada dua cara.

Rezeki yang dikejar adalah rezeki yang kita peroleh dari pekerjaan rutin, rezeki yang dikejar itu biasa disebut 3 as (Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas, Kerja tuntas).  Sedangkan rezeki yang diundang dapat dibedakan yaitu : Profesional dan spiritual.  Profesional adalah anda akan mengundang rezeki jika anda memiliki keahlian dalam bidang tertentu, makanya jadilah ahli (expert) dan rezeki akan mendatangi anda dengan sendirinya.

Rezeki yang diundang secara spiritual dapat dilakukan dengan delapan cara, yaitu :

1. Takwa

2. Taubat

3. Sholat Dhuha

4. Sedekah

5. Silaturahim

6. Berbakti kepada orang tua

7. Bersyukur

8. Membaca Surah Al-Waqiah

Nah, kalau kedelapan cara itu sudah dijalankan maka Insya Allah rezeki akan datang lebih baik dan lebih lancar, tidak akan macet seperti photo yang di atas.

Oh iya, penjelasan tentang ke delapan poin di atas akan kita sambung di tulisan selanjutnya yaa..biar penasaran…hehhe

Sekian..

See yaaa..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s